Ketika Perputaran Kas Terganggu, Negosiasikan Utang Anda!

Saat ini, bukan hanya persaingan yang kian ketat, kondisi keuangan global belum juga kunjung usai—baru-baru ini, resesi yang melanda Yunani diperkirakan akan berdampak luas. Dalam lingkungan ekonomi yang serba menantang sekarang ini, memiliki arus kas yang berputar lambat sudah menjadi cerita setiap perusahan, setiap pegusaha. Perputaran arus kas (cash flow) yang melambat selanjutnya akan membuat setiap orang menjadi lambat dalam membayar hutang. Semua orang merasa sulit untuk bersaing dengan semua beban hutang yang ada: kartu kredit, batas kredit, dan pembayaran pinjaman bank.

Tentu, Anda masih harus mendorong pelanggan untuk membayar tepat waktu atau bahkan lebih cepat (semoga berhasil!). Tapi mengandalkan taktik mempercepat kas masuk saja samasekali tidak mengtasai masalah. Hadapi kenyataan bahwa setiap orang sudah tidak memiliki ruang lebih banyak lagi. Anda perlu untuk memindahkan fokus ke hutang Anda.

Di sisi lain, mengabaikan masalah dan hanya pemotongan pembayaran dapat menyebabkan rentetan buruk: panggilan telepon dan surat dari debt collector mungkin akan segera mampir ke kantor anda. Gagal dalam mengambil tindakan sudah pasti akan merusak hubungan baik anda dengan para kreditur, dan bisnis anda secara keseluruhan. Untuk menghindari semua hal di atas, tidak ada pilihan lain, selain menghadapi masalah yang ada, dan secara aktif bernegosiasi dengan kreditur.

Berikut ini adalah empat seri langkah yang dapat diambil:

 

 

Tarik data dan angka-angka utang anda dari catatan (atau komputer), urut berdasarkan nama vendor dan tanggal jatuh tempo. Memiliki total utang berdasarkan vendor dan tanggal jatuh tempo benar-benar alat yang sangat berguna bagi anda untuk menentukan berapa banyak anda dapat melakukan pembayaran dengan lebih realistis, dan kepada siapa pembayaran yang sifatnya lebih segera akan anda alokasikan, kepada siapa dan berapa yang bisa ditunda, sampai kapan ditunda, dam seterusnya. Setelah anda memiliki daftar di tangan, anda dapat pindah ke langkah berikutnya.

 

 

Oke. Katakanlah anda sudah memiliki daftar utang usaha di tangan anda. Langkah berikutnya adalah melakukan verifikasi nama vendor dan jumlah utang masing-masing. Usahakan untuk selalu meminta dokumentasi utang tersebut untuk memverifikasi apakah memang benar vendor A misalnya memiliki tagihan sebesar Rp 1 juta pada perusahaan anda, apakah jatuh temponya sudah benar, dan semua itu hendaknya didukung oleh dokumentasi (arsip) yang cukup. Jika tidak, bagaimana anda bisa yakin—bisa saja setiap orang yang anda temui mengaku memiliki tagihan sejumlah tertentu, bukan?

Akhirnya, setelah Anda mencapai kesepakatan mengenai jumlah dan tanggal jatuh tempo, sebelum melakukan pembayaran, meminta salinan tertulis dari persyaratan, termasuk pernyataan bahwa pembayaran benar-benar akan mengurangi atau menghapuskan utang nada. Jika itu tidak terjadi, maka anda perlu merekam percakapan yang telah terjadi selama proses verifikasi.

 

 

Sebagai panduan dasar, melibatkan perusahaan pihak ketiga (sebagai perantara) dalam menangani utang, adalah langkah yang kurang tepat menurut saya. Bukan saja menumbulkan beban (biaya) baru yang biasanya cukup berat, tetapi juga menjauhkan anda dengan para pemasok (vendor). Komunikasi langsung sangat penting, terutama jika anda ingin para pemasok yang selama ini bekerja dekat dengan perusahaan anda, masih mau bekerja sama di masa-masa yang akan datang.

Lebih jauh lagi, komunikasi langsung sekaligus menunjukan kepada mereka (para kreditur) bahwa disamping anda menyadari sutuasi sulit yang ada, anda juga memiliki niat baik dan berupaya keras untuk menyelesaikan utang. Percaya atau tidak, jika selama ini anda memiliki reputasi yang cukup baik, tindakan proaktif saja sudah cukup untuk membuka jalan yang lebih mudah bagi penyelesaian selanjutnya.

Oke, saya tahu. Ada kalanya anda benar-benar perlu untuk menyewa sebuah perusahaan untuk membantu anda untuk melakukan restrukturisasi utang. Untuk situasi seperti itu anda perlu berhati-hati, langkah terbaik yang bisa diambil adalah dengan meneliti latar belakang perusahaan yang akan anda sewa. Di masa-masa sulit seperti ini, sering muncul perusahaan-perusahaan penyelia hutang-piutang gadungan, yang pada akhirnya hanya akan membebani (bukan membantu meringankan). Cara paling aman adalah dengan minta rekomendasi dari asosiasi atau kolega yang sudah pernah melakukan hal yang sama.

 

Kecuali perusahaan anda sudah dinyatakan pailit, berharap memperoleh pengurangan jumlah utang rasanya hanya mimpi di siang bolong. Lupakan. Jangan buang-buang waktu untuk memikirkan hal itu. Setahu saya, tunggakan hingga berusia 90 atau 120 haripun biasanya masih tetap akan ditagih. Tidak ada istilah penghapusan. Jikapun mereka melakukan hal itu pada laporan buku mereka, usaha penagihan pasti tetap dilakukan.

Jika tidak mampu membayar secara penuh, meminta restrukturisasi adalah jalan satu-satunya yang bisa anda harapkan. Berbicara tentang restrukturisasi utang, pada dasarnya ada tiga peluang yang memungkinkan untuk ditawarkan kepada kreditur:

 

(a) Negosiasikan ulang pinjaman yang ada

Entah anda akan menelepon sendiri atau menggunakan jasa pihak ketiga untuk membuat panggilan atas nama perusahaan anda, sebelum melakukan hal ini sebaiknya anda mempertimbangkan hubungan kedepan. Meminta negosiasi ulang, biasanya akan meninggalkan kesan bahwa anda dan manajemen anda tidak bisa dipercaya, setidak-tidaknya mereka (para kreditur) menggap manajemen anda tidak profesional.

Jika negosiasi ulang merupakan pilihan terbaik, melakukan pendekatan sendiri pada kreditur masih tetap merupakan jalan terbaik. Banyak pemberi pinjaman yang merespon dengan lebih baik ketika ketika mereka mendengar langsung kesulitan yang anda hadapi (tentunya kesulitan yang tidak dibuat-buat).

Jika anda berbicara sendiri dengan kreditur, bersikaplah jujur tentang situasi anda dan memberitahu mereka mengenai upaya apa saja yang telah dan akan anda lakukan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban perusahaan anda. Hanya saja untuk saat ini anda tidak dapat mengelola pembayaran, dan perlu untuk negosiasi ulang.

Ada beberapa cara untuk bisa menegosiasikan kembali persyaratan pinjaman yang ada. Misalnya: anda bisa meminta untuk menunda pembayaran selama tiga sampai enam bulan, dengan pinjaman untuk melanjutkan pembayaran dalam jumlah yang sama setelah masa tenggang. Strategi lainnya, mungkin anda meminta pengurangan suku bunga, atau untuk perpanjangan jangka waktu pinjaman. Salah satu dari dua pilihan terakhir akan menurunkan beban pembayaran bulanan anda, sampai untuk waktu pinjaman yang tersisa.

 

(b)  Tawarkan penyelesaian

Ini pilihan berikutnya yang bisa anda tawarkan kepada kreditur. Pada dasarnya anda menawarkan sebagian kecil dari saldo utang dengan pembayaran penuh. Ketika ekonomi sedang turun dan mereka memiliki lebih banyak kredit macet, biasanya bank lebih terbuka untuk menghibur menawarkan penyelesaian, karena mereka perlu mengeluarkan kredit bermasalah dari sistem mereka.

Tawaran penyelesaian lebih mungkin berhasil ketika anda tidak sanggup membayar utang secara penuh dalam waktu dekat. Keuntungan cara ini yaitu anda bisa menyelesaikan utang secara penuh tanpa dipusingkan oleh cicilan. Sisi negatifnya yaitu mungkin anda kehilangan reputasi sebagai pengusaha yang bisa dipercaya.

Hal lain yang tak kalah penting adalah aspek pajaknya. Selisih utang penuh dengan utang yang benar-benar anda bayarkan melalui skema penyelesaian, dianggap sebagai pendapatan yang terhutang pajak. Untuk itu, mungkin anda perlu berkonsultasi dengan profesional yang berkompeten di bidang perpajakan, sebelum mengambil keputusan.

 

(c) Minta pinjaman terkonsolidasi

Konsolidasi utang yang berbeda ke dalam satu pinjaman tunggal biasanya menghasilkan pembayaran keseluruhan yang lebih rendah, terutama jika beban utang usaha anda mencakup beberapa suku bunga berbiaya tinggi. Konsolidasi seharus dapat membuat perputaran arus kas menjadi sedikit lebih cepat—paling tidak anda bisa mengalokasikan sebagian kas untuk diputar kembali dalam operasional perusahaan. Kelebihan dari cara ini adalah, reputasi anda dan usaha anda akan tetap terjaga. Kekurangannya, mungkin anda masih harus menanggung beban bunga dan denda atas keterlambatan.

Tergantung pada bagaimana tingkat suku bunga yang tren, Anda bisa memotong pembayaran anda secara substansial dengan pinjaman terkonsolidasi, tapi ingat bahwa biaya dan posisi pinjaman baru mungkin akan membuat jumlah pinjaman menjadi meningkat. Tentu anda bisa menimbang-nimbang apakah pengkonsolidasian utang akan lebih baik bagi anda atau sebaliknya.

Beberapa pilihan mungkin tersedia bagi anda. Misalnya: jumlah yang lebih rendah (mungkin 30 hingga 60 persen dari utang asli) dilunasi selama periode beberapa bulan, terutama jika mereka berpikir bahwa usaha anda memang benar-benar dalam kondisi yang sulit.

Pertimbangkan untuk menyediakan surat promes, jaminan pribadi atau agunan yang berupa peralatan, mesin atau gedung. Jelaskan situasi keuangan apa adanya yaitu dengan mendatangi langsung para kreditur, itu akan jauh lebih baik dibandingkan anda melakukannya via email. Berikan tanggal tertentu sebagai janji kapan anda akan mulai membayar, kapan lunas. Hal itu penting untuk menunjukan betapa anda sangat menghargai hubungan baik selama ini.

Dengan mengambil pendekatan proaktif dan berkomunikasi dengan vendor secara terbuka dan jujur, besar kemungkinan mereka akan membantu anda untuk keluar dari kesulitan, sekaligus akan tetap mendukung di masa-masa yang akan datang, jika usaha anda mulai berputar lagi dan membutuhkan pinjaman atau pembiayaan.

Source: http://jurnalakuntansikeuangan.com/2011/07/ketika-perputaran-kas-terganggu-negosiasikan-utang-anda/#ixzz1tyj3Ulit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s